Menyambut Ramadhan dengan Produktif


Tulisan berikut merupakan saduran dari materi bertema "Menyambut Ramadhan dengan Produktif" yang disampaikan oleh Ust. H. Taufik Ismail pada saat acara Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Peduli Umat yang berkolaborasi dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Bandung Barat dan Salimah Bandung Barat.

-------------

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Artinya, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah proses pembinaan jiwa, penguatan iman, dan perbaikan diri secara menyeluruh. Karena itu, menyambut Ramadhan membutuhkan persiapan yang sungguh-sungguh agar bulan mulia ini dapat diisi dengan amal terbaik.

Teladan Generasi Salaf dalam Menyambut Ramadhan

Generasi terbaik umat ini, para sahabat dan salafus shalih, menunjukkan betapa agungnya Ramadhan di hati mereka. Disebutkan bahwa mereka berdoa selama enam bulan sebelum Ramadhan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan tersebut. Kemudian, selama enam bulan setelahnya, mereka berdoa agar amal-amal mereka diterima.

Betapa besar kecintaan mereka kepada Ramadhan. Mereka tidak menunggu bulan itu datang tanpa persiapan, tetapi menanam, menyirami, dan merawat amal sejak jauh hari.

Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi rahimahullah menggambarkan persiapan itu dengan sangat indah: Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan menyirami, dan Ramadhan adalah bulan memanen. Maka hasil yang diperoleh di bulan Ramadhan sangat bergantung pada usaha yang dilakukan sebelumnya.

Delapan Langkah Menyambut Ramadhan Secara Produktif

Agar Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan, ada beberapa langkah penting yang dapat dilakukan:

1. Bertaubat dan Kembali kepada Allah

Allah berfirman, “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Taubat adalah pintu awal menuju keberkahan. Sebelum memasuki Ramadhan, bersihkan hati dari dosa dan maksiat. Taubat yang tulus akan membuat hati lebih siap menerima limpahan rahmat dan ampunan Allah.

2. Memperbanyak Doa agar Dipertemukan dengan Ramadhan

Tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadhan. Karena itu, hendaknya kita berdoa, “Ya Allah, sampaikanlah aku kepada Ramadhan dan terimalah amalanku di dalamnya.”

Doa menunjukkan kerinduan dan kesungguhan hati. Ia juga menjadi bentuk pengakuan bahwa semua kebaikan hanya dapat diraih dengan pertolongan Allah.

3. Menyelesaikan Utang Puasa

Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebelumnya, segeralah menunaikannya sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kesungguhan dalam beribadah.

4. Mempelajari Ilmu Seputar Ramadhan

Ibadah yang benar harus didasari ilmu. Pelajari hukum-hukum puasa, hal-hal yang membatalkan, sunnah-sunnahnya, serta tata cara zakat fitrah dan ibadah lainnya. Dengan ilmu, ibadah menjadi lebih sempurna dan terhindar dari kesalahan.

5. Membiasakan Amal Shalih Sejak Sya’ban

Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Ini menunjukkan pentingnya latihan sebelum memasuki Ramadhan. Biasakan diri dengan membaca Al-Qur’an, bersedekah, berpuasa sunnah, dan memperbanyak dzikir agar saat Ramadhan datang, kita sudah siap secara fisik dan mental.

6. Mengurangi Aktivitas yang Kurang Bermanfaat

Di era digital, waktu sering habis untuk media sosial dan hiburan yang tidak mendatangkan nilai ibadah. Menjelang Ramadhan, kita perlu mengendalikan penggunaan gawai dan mengalihkan waktu untuk hal-hal yang lebih produktif, seperti tilawah, menghadiri kajian, atau membantu sesama.

7. Membuat Program Ibadah Pribadi

Ramadhan yang produktif memerlukan perencanaan. Buat target yang realistis, seperti:

  • Mengkhatamkan Al-Qur’an.

  • Bersedekah setiap hari.

  • Memberi makan orang yang berbuka.

  • Mengikuti kajian rutin.

  • Memperbanyak qiyamul lail.

Dengan perencanaan yang jelas, Ramadhan tidak akan berlalu tanpa makna.

8. Meluruskan dan Mengikhlaskan Niat

Inti dari semua amal adalah niat. Pastikan puasa dan ibadah dilakukan semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau sekadar mengikuti kebiasaan. Bersihkan hati dari riya’, sum’ah, dan ujub. Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal.

Ramadhan: Momentum Perubahan

Ramadhan adalah kesempatan emas yang belum tentu datang dua kali. Ia adalah bulan Al-Qur’an, bulan ampunan, bulan penuh keberkahan. Siapa yang menyambutnya dengan persiapan matang, insyaAllah akan memetik hasil yang luar biasa.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan, memberi kekuatan untuk mengisinya dengan amal terbaik, dan menerima seluruh ibadah kita. Aamiin. 


Tentang Pemateri :


Ust. H. Taufik Ismail, Lc

Pembimbing Haji & Umroh Bersertifikat KEMENAG RI

Alumni Univ. Madinah Al-Munawaroh KSA

Membimbing sejak 1994


Post a Comment for "Menyambut Ramadhan dengan Produktif"