By. Satria hadi lubis
AKHIR pekan sering kita maknai sebagai waktu jeda dari rutinitas. Dari pekerjaan, tugas, dan hiruk-pikuk dunia. Tapi bagi seorang muslim, weekend bukan hanya tentang istirahat fisik, ia juga tentang menguatkan ruhiyah dan menambah wawasan keislaman.
Di situlah mengajar (membina) dan belajar Islam (ikut pengajian) menemukan momentumnya. Mengaji bukan sekadar pertemuan rutin. Ia adalah ruang yang efektif untuk saling mengingatkan, menguatkan iman, dan meluruskan niat. Di pengajian, kita belajar bahwa iman bisa naik dan turun, amal butuh dijaga bersama, dan perjuangan tidak bisa dijalani sendirian.
Di waktu weekend, mengaji dan berdakwah (membina) terasa lebih tenang. Tidak terburu-buru. Tidak terpotong jadwal kerja, sehingga hati lebih siap menerima nasihat dan ilmu.
Mengajar (membina) bukan tentang hasil yang cepat. Ia tentang kesabaran menanam nilai. Dalam berdakwah dan membina yang lelah dikuatkan, yang futur dirangkul, dan yang salah diingatkan. Seorang yang membina tidak mencetak manusia sempurna, tapi menemani proses mad'unya menjadi lebih baik.
Selain itu, membina dan ikut pengajian bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga menghidupkan ukhuwah. Saling menyapa, saling mendoakan, dan saling bekerja sama. Di situlah iman dan ilmu terasa nyata, bukan hanya teori.
Ingatlah saudaraku... Islam tumbuh kuat bukan karena banyaknya acara seremonial, tapi karena kuatnya ukhuwah dan aqidah. Dan itu lahir dari mereka yang istiqomah untuk mengajar dan belajar Islam.
Maka weekend bukan saat istirahat tanpa pahala. Tapi saat mendapatkan pahala besar dengan mengajar (membina) dan belajar (ikut pengajian). Hati pulang dengan niat yang diperbarui, semangat yang menyala lagi, dan arah hidup yang lebih jelas. Dan itu terus dilakukan dengan rutin sampai akhir hayat.
“Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.” (Qs. 18 ayat 28)

Post a Comment for "Weekend : Saatnya Mengajar dan Belajar Islam"